Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2010

TERHUBUNG DIDUNIA MAYA

Korosi dan Cara Pencegahannya

April 20, 2010 — usemansano

Korosi atau perkaratan sangat lazim terjadi pada besi.  Besi merupakan logam yang mudah berkarat.  Karat besi merupakan zat yang dihasilkan pada peristiwa korosi, yaitu berupa zat padat berwarna coklat kemerahan yang bersifat rapuh serta berpori.  Rumus kimia dari karat besi adalah Fe2O3.xH2O.  Bila dibiarkan, lama kelamaan besi akan habis menjadi karat.

Dampak dari peristiwa korosi bersifat sangat merugikan.  Contoh nyata adalah keroposnya jembatan, bodi mobil, ataupun berbagai konstruksi dari besi lainnya.Siapa di antara kita tidak kecewa  bila bodi mobil kesayangannya tahu-tahu sudah keropos karena korosi.  Pasti tidak ada.  Karena itu, sangat penting bila kita sedikit tahu tentang apa korosi itu, sehingga bisa diambil langkah-langkah antisipasi.

Peristiwa korosi sendiri merupakan proses elektrokimia, yaitu proses (perubahan / reaksi kimia) yang melibatkan adanya aliran listrik.  Bagian tertentu dari besi berlaku sebagai kutub negatif (elektroda negatif, anoda), sementara bagian yang lain sebagai kutub positif (elektroda positif, katoda).  Elektron mengalir dari anoda ke katoda, sehingga terjadilah peristiwa korosi.

Ion besi (II)yang terbentuk pada anoda selanjutnya teroksidasi menjadi ion besi (III) yang kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi (karat besi), Fe2O3.xH2O.

Dari reaksi terlihat bahwa korosi melibatkan adanya gas oksigen dan air.  Karena itu, besi yang disimpan dalam udara yang kering akan lebih awet bila dibandingkan ditempat yang lembab.  Korosi pada besi ternyata dipercepat oleh beberapa faktor, seperti tingkat keasaman, kontak dengan elektrolit, kontak dengan pengotor, kontak dengan logam lain yang kurang aktif (logam nikel, timah, tembaga), serta keadaan logam besi itu sendiri (kerapatan atau kasar halusnya permukaan).

Pencegahan korosi

Pencegahan korosi didasarkan pada dua prinsip berikut :

Mencegah kontak dengan oksigen dan/atau air

Korosi besi memerlukan oksigen dan air. Bila salah satu tidak ada, maka peristiwa korosi tidak dapat terjadi.  Korosi dapat dicegah dengan melapisi besi dengan cat, oli, logam lain yang tahan korosi (logam yang lebih aktif seperti seg dan krom).  Penggunaan logam lain yang kurang aktif (timah dan tembaga) sebagai pelapis pada kaleng bertujuan agar kaleng cepat hancur di tanah. Timah atau tembaga bersifat mampercepat proses korosi.

– Perlindungan katoda (pengorbanan anoda)

Besi yang dilapisi atau dihubugkan dengan logam lain yang lebih aktif akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katoda.  Di sini, besi berfungsi hanya sebagai tempat terjadinya reduksi oksigen. Logam lain berperan sebagai anoda, dan mengalami reaksi oksidasi.  Dalam hal ini besi, sebagai katoda, terlindungi oleh logam lain (sebagai anoda, dikorbankan).  Besi akan aman terlindungi selama logam pelindungnya masih ada / belum habis.  Untuk perlindungan katoda pada sistem jaringan pipa bawah tanah lazim digunakan logam magnesium, Mg.  Logam ini secara berkala harus dikontrol dan diganti. ( http://www.kimia123.wordpress.com )

Read Full Post »

BERHATI-HATILAH DI JALAN

Para siswa, bersyukurlah kalian semua hidup dijaman yang lebih maju dan makmur. Kalian bisa bersekolah dengan fasilitas yang mencukupi, tak terkecuali kendaraan bermotor ( sepeda motor ), saya menyadari ,  motor merupakan bagian dari gaya hidup para remaja sekolah saat ini, bagi kalian menaiki kendaraan bermotor yang keren, merupakan hal yang harus disediakan orang tua saat . Namun sayang, banyak anak yang kurang faham betul makna berkendara yang baik dan aman saat berkendara. Setiap pagi saya juga berangkat ke SMAN 3 Magetan dengan berkendara motor, biasanya ada dua rute yang saya lalui dari rumah saya di KPR Asabri Magetan.Pertama rute KPR Asabri-pasarsayur-selosari-candi SMAN 3 MGT. Rute kedua, KPR Asabri-kebaran-selosari-candi-SMAN MGT. Jika kalian sejalur dengan saya pada rute pertama, maka kalian akan menyaksikan pemandangan hiruk-pikuk ratusan bahkan bisa ribuan kendaraan bermotor roda dua yang didominasi siswa SMP/SMA, PNS masing-masing menuju ketempat tujuan masing-masing. Di saat itulah kita mengamati bahwa perilaku berkendaraa anak-anak sekolah masih jauh dari tertib dan tidak mengutamakan keamanan. mengebut, mendahului dari arah kiri, memotong laju kendaraan lain secara mendadak, tidak menyalakan riting.

Bukannya menakut-nakuti tapi kenyataan setiap tahun banyak kecelakaan motor, yang melibatkan pe. Ingatlah, jalan raya milik semua orang, bukan milik perorangan semata. Oleh karena itu kita harus berpikir, bahwa disamping mengutamakan keamanan diri sendiri juga orang lain. Ya, terkadang kita dijalan raya sudah berhati-hati, tapi orang lain tidak berhati-hati ujungnya kita masih terkena imbas dari kelalaian orang lain (kecelakaan ), berikut mungkin bisa diperhatikan agar kalian selamat dengan aman sampai tujuan :

  1. Berangkatlah tepat waktu, perkirakan waktu, jika perlu berangkatlah agak pagi, karena lalu -lintas belum ramai.
  2. Check perlenkapan berkendara, surat2, helm, spion, riting dll
  3. Jika memungkinkan carilah rute yang sepi lalu lintas.
  4. Pada saat lalu lintas ramai, berhati-hatilah jangan ngebut, kecepatan rata-rata 40 -60 km/jam. Sesekali lhat spion.
  5. Jangan mendahului dari arah kiri.
  6. Jika anda belok pada sebuah petigaan atau perempatan, turunkan kecepatan, tengok kiri kanan dan keadaan sekitar. Perhatikan juga lampu lalu lintas ( bang-jo ).
  7. Jika anda pada sebuah turunan, kendalikan kecepatan, jangan malah ngebut, apalagi setelah turunan ada belokan atau tanjakan.
  8. Jangan berkendara sambil berbicara, beriringan, berkomunikasi via telpon/hp.
  9. Berdoalah sebelum berangkat.

 

Read Full Post »

IKATAN ION, IKATAN KIMIA YANG KUAT

Ikatan ion,kadang disebut juga ikatan elektrovalen, adalah salah satu jenis ikatan kimia dari beberapa jenis ikatan kimia yang ada. Ikatan ini terjadi karena adanya gaya elektrostatis antara ion positif dan ion negatif. Ikatan ion, seperti ikatan kimia lainnya bertujuan agar setiap unsur yang berikatan mendapatkan kestabilan seperti halnya unsur gas mulia. Proses pembentukan ikatan ion ini dimulai dari proses ionisasi, unsur-unsur yang berikatan akan mengion terlebih dahulu, sebagai contoh Na dengan no atom ( Z ) =11. Atom unsur Na mempunyai konfigurasi : 2, 8, 1.   Supaya oktet, dan lebih stabil Na akan melepaskan satu elektron, dan menjadi ion Na+ , sehingga elektronnya menjadi 10 sama seperti konfigurasi Neon= 2, 8. Mungkin kamu bertanya, kenapa Na tidak menarik 7 elektron saja sehingga sehingga konfigurasi 2, 8, 8 sehingga juga stabil. Tahu jawabannya ?, karena Na elektronegativitasnya sangat rendah, sedangkan ke-elektropositipannya sangat tinggi, sehingga Na lebih mudah untuk melepaskan satu elektron saja dan menjadi ion positip.

Di sisi lain atom Cl ( khlorin ) dengan Z=17 dengan konfigurasi =2, 8,7 akan mengion dengan menangkap satu elektron, sehingga konfigurasinya stabil mirip dengan konfigurasi argon, dan menjad ion Cl-. Jika ion Na+ dan ion Cl- ini bertemu terjadilah ikatan ion akibat gaya elektrosatik ( akibat beda muatan ) antara keduanya. Sedangkan senyawa yang dibentuk adalah natrium klorida ( NaCl ) atau dalam kehidupan sehari-hari kita sebut sebagai dapur.


 

Dalam ikatan ionik yang terjadi dalam NaCl, bisa dipandang terjadi serah-terima elektron, yakni satu elektron diberikan Na kepada Cl, jadi dalam hal ini serah terima ( ijab-qobul ? ) elektron sangat bermanfaat bagi keduanya ( Na dan Cl ) untuk mencapai kestabilan. Namun demikian ikatan terjadi karena adanya gaya elektrostatik antara muatan ion yang berbeda.

Ikatan ion adalah ikatan yang sangat kuat, sehingga senyawa ion rata-rata tinggi titik lelehnya. Sebab, perlu energi tinggi untuk memutus ikatan ion tersebut. Sebagai contoh NaCl titik lelehnya mencapai 600 derajat celsius.


Read Full Post »